Senin, 28 Maret 2011

Kongres XVII PMII, Banjarbaru-Kalimantan Selatan 2011

Banjarbaru, atau tepatnya di Asrama Haji, Landasan Ulin Banjarbaru-Kalimantan Selatan menjadi saksi perhelatan akbar Refleksi 50th dan Kongres XVII Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Acara yang bertemakan “Satu Pergerakan Untuk Kejayaan Indonesia” dihadiri oleh sekitar 3000 peserta tediri dari 255 Pengurus Cabang dari berbagai Kota dan Kabupaten serta 18 Pengurus Koordinator Cabang PMII se-Indonesia, juga para alumni PMII dan tamu undangan.


Forum musyawarah tertinggi PMII yang diselenggarakan tiap 2 tahunan tersebut semula dijadwalkan berlangsung sejak tanggal 9 s/d 14 Maret 2011. Akan tetapi pada pelaksanaannya mengalami kemunduran dari jadwal hingga berakhir pada 17 Maret 2011. Hal itu disebabkan adanya dealock yang menghambat jalannya Pembahasan Tatib Persidangan, dan juga sempat terjadi masalah pada saat Pemilihan Bakal Calon Ketua Umum. Tapi secara keseluruhan acara tersebut berlangsung dengan lancar.

Pembukaan, Sempat Diwarnai Demo

Acara Pembukaan Kongres PMII yang dihadiri oleh beberapa Menteri dan Pejabat Tinggi Negara pada Rabu (9/3) sore, sempat diwarnai demo terkait kedatangan Pejabat Negara. Pasalnya, hal itu dikhawatirkan membuat acara Kongres tersebut menjadi terlalu kental dengan kepentingan politis sehingga nantinya hanya terkonsen pada perebutan struktur dan jabatan. Akibatnya perbincangan serius dan mendalam mengenai perumusan konsep, visi-misi dan agenda PMII ke depan menjadi dikesampingkan. Meskipun begitu, acara pembukaan tersebut tetap berlangsung khidmat dan lancar.

Dihadapan ribuan peserta, Menpora Andi Mallarangeng membuka secara resmi acara tersebut. Beliau menyampaikan salam dari Presiden SBY yang tidak dapat hadir membuka acara dikarenakan sedang menerima kunjungan Presiden Filipina.




"Presiden menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada PMII, yang selama ini aktif mengkader pemuda bangsa, yang akan menjadi pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa," ujar Menpora.

Dalam sambutannya, Menpora juga meminta agar peran dan komitmen PMII bersama para ulama dalam mengawal keutuhan bangsa ini terus dilanjutkan. PMII yang selama ini berada di garis depan menjaga keutuhan bangsa supaya terus menjaga semangat dan roh itu. Untuk itu pentingnya pengkaderan agar semangat dan roh tersebut tidak hilang.

Selain itu, pembukaan kongres tersebut juga diisi dengan aksi sosial seperti acara Penanaman Seribu Pohon dan Kegiatan Donor Darah.

Source :
TribunNews.com
Radar Banjarmasin
Situs Resmi Menpora
RRI.com
Today.co.id

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons